Skip to content

OPINI-KU tentang TUNJANGAN FUNGSIONAL GURU

Aku adalah seorang guru yang ……..akan ………mendapatkan tunjangan fungsional guru sebesar gaji pokok, yang berarti aku ……..akan ……..mendapatkan penghasilan hampir 2 x lipat.

Sebenarnya guru diberikan tunjangan fungsional tujuannya agar guru dapat membeayai pengembangan profesinya agar bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat (anak didik) menjadi lebih baik.

Marilah kita melihat fakta ……………..

Idealnya agar guru dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dan berkonsentrasi penuh pada bidang tugasnya, seharusnya guru itu secara ekonomi………….. harus mampu membayar beaya pendidikan anak anaknya, dari………. penghasilannya sebagai guru……… (tanpa kesulitan apapun).

Kenyataannya ……………..????????

Hampir dipastikan 99 % guru SMP/SMA yang anaknya sekolah seperti di Universitas Indonesia atau ITB atau UGM atau Perguruan Tinggi lain …………….. menjadi sahabat Koperasi ……….atau……….. rajin ke bank……….

Itu artinya bahwa rata rata guru INDONESIA sebenarnya termasuk profesi miskin yang tidak mampu membeayai pendidikan anak anaknya……………., jika hanya mengandalkan dari penghasilan profesionalnya sebagai guru, dengan asumsi ……… sebelum memperoleh tunjangan profesi.(Walaupun umumnya guru itu seorang Sarjana, tapi untuk menjadikan anak-anaknya menjadi Sarjana, termasuk beban yang tidak ringan).

Kalau anaknya sendiri tidak dapat berkesempatan menerima pendidikan karena tidak mampu membayar beaya pendidikan, …….bagaimana mungkin guru dapat berkonsentrasi segenap waktu, tenaga dan pikirannya untuk mencerdaskan anak anak didiknya.

Jelasnya …………. sebenarnya guru pada umumnya ada beban non profesional yang harus diemban, yaitu kita harus meninggalkan anak anak kita yang kuat dan lebih pintar dari kita sendiri, dan umumnya para guru lebih berkonsentrasi untuk dapat memenuhi kuajiban sebagai orang tua agar dapat membayar beaya pendidikan anak-anaknya.

Kegundahan ini terpaksa ku ungkapkan, karena masyarakat saat ini beranggapan bahwa semua guru pasti mendapatkan tunjangan fungsional tersebut, padahal ………….kenyataanya ………. TIDAK SEMUA ………

Ada syarat yang sulit dapat dipenuhi oleh para guru yang kebetulan mengajar di SMP atau SMA, padahal itu bukan kesalahan guru tapi guru harus menanggung dosa akibat kesalahan yang dilakukan oleh pihak lain yaitu para pejabat yang merancang dan bertanggungjawab terhadap analisa jabatan, perencanaan & penempatan guru, yaitu syarat tatap muka minimal 24 jam per minggu.

Bila seorang guru membimbing siswa untuk mengikuti Olimpiade sain, tidak akan dapat menggugurkan syarat 24 jam tatap muka, bila seorang guru membimbing siswa dalam ekstra kurikuler, juga tidak dapat menggugurkan syarat tatap muka 24 jam, bila seorang guru memeriksa peralatan laboratorium dan memperbaiki alat alat praktek yang rusak, juga tidak dapat menggugurkan syarat 24 jam tatap muka, bila seorang guru menjalankan perintah untuk RAPAT DINAS, juga tidak akan dikurangi apalagi gugur syarat tatap muka 24jam, pendek kata walau guru itu bekerja 24 jam perhari, 7 hari per minggu dan 30/31 hari perbulan, tetap tidak dapat menggugurkan syarat tatap muka 24 jam.

Artinya tunjangan profesional itu hanya akan diterima oleh sebagian kecil guru SMP/ SMA

Sebagian besar yang akan menikmati tunjangan profesional adalah para guru kelas, yaitu para guru di TK dan di SD

Dengan demikian hanya para guru TK dan Guru SD serta sebagian kecil guru SMP/SMA yang dapat membebaskan diri dari beban non profesi dan dapat membeayai pengembangan profesionalnya.

Atau ………. USUL ……. guru diperlakukan seperti Pegawai Pemerintah yang lain yaitu guru harus bekerja minimal 37,5 jam kerja setiap minggunya, jam tatap muka sesuai dengan kebutuhan Lembaga/ pemerintah, tidak harus 24 jam tatap muka, dan kepadanya tetap diberika tunjangan profesionalnya.

Atau ……………….. 42 jam kerja per minggu jika perlu.

Dan tunjangan profesional tersebut bukan untuk meningkatkan kesejahteraan semata, akan tetapi harus digunakan untuk :

  1. Membebaskan guru dari beban-beban non profesionalnya, sekaligus juga untuk
  2. Beaya pengembangan profesionalnya.

Sehingga segenap waktu, tenaga, kecerdasan/ pikiran para guru benar benar dapat diabdikan hanya untuk anak didik, masyarakat, bangsa dan Negara Tercinta Indoneia.

Semoga…!!!

NB : Jika masih ada guru yang sudah menerima tunjangan Fungsional tapi masih nyambi macam macam sebaiknya segera dipensiun/ diberhentikan. Tindakan tegas sangat diperlukan untuk mendapatkan kinerja yang maksimal/ baik.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: